Menu
Home | Kolom Bisnis | Uang & Pembiayaan | Uang Pesangon untuk Modal Usaha

Uang Pesangon untuk Modal Usaha

Font size: Decrease font Enlarge font

Masa tugas berakhir dengan datangnya pensiun bukanlah akhir dari segalanya. Toh masih banyak kegiatan lain yang bisa membuat orang tetap aktif mengisi kegiatan sehari-hari. Salah satunya dengan membangun usaha sendiri. Berwirausaha membangun bisnis sendiri tak pernah memandang umur, melainkan kemauan dan usaha yang kuat agar berhasil menjalankannya.

Namun untuk memulai usaha tentu saja pikiran calon pebisnis langsung langsung tertuju pada modal. Pertanyaannya, apakah uang pesangon tepat digunakan untuk modal memulai usaha? Perencana keuangan Hendri Hartopo mengatakan bahwa sebaiknya uang pesangon dibagi menjadi 3 bagian penggunaan yaitu untuk jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.

Pada penggunaan jangka pendek, dana pesangon bisa dimanfaatkan sebagai working capital (modal kerja). Namun dengan melihat adanya potensi kegagalan di awal usaha secara umum sebesar 80%, maka untuk berjaga-jaga, Hendri menyarankan dana pesangon sebagian dialokasikan sebagai dana cadangan untuk operasi usaha di jangka menengah. Dana cadangan ini bisa ditempatkan dalam bentuk investasi reksa dana. Sehingga jika usaha membutuhkan dana tambahan dalam jangka menengah, reksa dana bisa dicairkan dalam hitungan hari. Sementara untuk jangka panjang sebagian dana pesangon bisa di tempatkan di saham, dengan tujuan investasi dan bukan spekulasi.

Mengelola dana pesangon yang digunakan untuk modal kerja juga ada tekniknya. Menurut Hendri, yang harus dipertimbangkan dalam penggunaan dana pesangon untuk awal usaha adalah modal lebih memberikan manfaat kepada sumber daya manusia dibandingkan uang. Disamping itu, usaha memberikan ilmu walau keuntungan masih sedikit. Maksudnya begini. “Di awal usaha (di tahun pertama) sebaiknya pebisnis masih terfokus untuk membangun sumber daya serta ilmu yang mendukung bisnis. Selanjutnya mulai tahun kedua ketika pebisnis menemukan banyak peluang, usahanya telah memiliki dukungan yang tangguh dalam hal sumber daya dan ilmu. Dengan jalan ini semoga saja pebisnis termasuk golongan pebisnis pemula yang 20%, mengalami kesuksesan di awal usaha,” ujar Hendri.

Pembicara yang sering memberikan seminar tentang kewirausahaan bagi calon pensiunan di berbagai perusahaan ini juga berbagi tips bagaimana memilih usaha yang baik agar dana yang dikeluarkan untuk modal usaha tidak menjadi sia-sia. Pertama, sebaiknya calon wirausaha telah mulai menyelami makna dan dunia wirausaha 2 hingga 3 tahun sebelum masa pensiunnya datang. Pada masa ini juga waktu yang tepat menentukan dana pesangon akan digunakan untuk keperluan apa. Selain mengikuti pelatihan, banyak jalan bisa ditempuh calon pebisnis untuk mengasah pengetahuan dan keterampilan secara otodidak di bidang kewirausahaan.

Kemudian jika masanya telah tiba, pilihlah bisnis yang tepat dan tidak tergoda dengan iming-iming sesaat. Misalnya jika mendapatkan tawaran bisnis franchise tanpa mendapat transfer knowledge dari franchisor, sebaiknya jangan diterima. Akan lebih baik jika pebisnis menjalankan program kemitraan dengan pola profit sharing misalnya. Selain itu memilih usaha sebaiknya sesuaikan dengan minat, keahlian dan juga relasi yang dimiliki pebisnis.

Selanjutnya agar dana tidak sia-sia, calon pebisnis juga jangan cepat tergiur dengan banyak iming-iming tentang kewirausahaan begitu saja. Misalnya slogan biarkan uang bekerja untuk anda, anda menjadi bos, berwirausaha itu mudah, atau pasti ada jaminan berhasil. Karena semua itu tidak akan terwujud tanpa ada usaha yang nyata dari pelakunya. “Harus ada perbedaan pola pikir antara pegawai dengan wirausaha,” kata Hendri mengakhiri  percakapan. (SH)

Comments (0 posted):

Post your comment comment

Please enter the code you see in the image:

  • email Email to a friend
  • print Print version
  • Plain text Plain text
Rate this article
2.00