Wirausaha.com - Peluang Bisnis & Kewirausahaan: Lembaga Internasional Pendamping UKM Lembaga Internasional Pendamping UKM ================================================================================ wirausahacom on 17 July, 2007 06:45:00 Kesulitan akses permodalan yang dialami oleh Usaha Kecil Menengah di Tanah Air ke lembaga keuangan bank sudah menjadi isu umum. Tak sedikit permohonan kredit berakhir dengan sia-sia karena tidak dapat melengkapi persyaratan yang diberikan bank. Sementara itu tak sedikit lembaga atau perusahaan yang memberikan perhatian untuk mempermudah pendanaan bagi UKM. Tak hanya dari dalam negeri, beberapa lembaga internasional tercatat memberikan bantuan kepada UKM di Tanah Air, baik dalam bentuk pendanaan langsung maupun bantuan teknis sehingga UKM dapat mengakses kredit ke bank dengan lebih baik. Sebut saja salah satunya, lembaga International Finance Cooperation (IFC), sebuah divisi sektor swasta yang dimiliki bank dunia, World Bank. IFC memberikan batuan pendanaan langsung bagi usaha maupun bantuan teknis. Dana IFC sendiri berasal dari pemerintah berbagai negara. IFC tercatat menyediakan dana sebesar US$2,3 miliar untuk membiayai berbagai usaha/proyek selama 35 tahun. Jika pada tahun 2006 lalu total pembiayaan mencapai US$250 juta, pada tahun 2007 ini direncanakan lebih besar yaitu sekitar Rp350 juta. Melalui Program for Eastern Indonesia SME Assistance atau biasa disebut PENSA, IFC menyediakan program ekstensif pendampingan teknis yang berpusat pada kegiatan meningkatkan akses pembiayaan, mendampingi sektor agribisnis dan meningkatkan lingkungan bisnis pada level nasional maupun daerah. Lembaga lainnya, yaitu Swiss Contact merupakan lembaga internasional yang dibangun untuk kerjasama teknis antara negara Swiss dengan negara lainnya. Dimulai pada tahun 1989, Swiss Contact terlibat dalam pengembangan UKM di Tanah Air meliputi penciptaan lingkungan yang kondusif, akses ke penyedia jasa bisnis dan akses ke lembaga keuangan. Dalam kegiataannya Swiss Contact mengelola Pusat Pelayananan dan Pengembangan Usaha (BDS). Mulai tahun 2002 Swiss Contact memperkenalkan Program Business Service Venture (BSV) 2002 sebagai bagian dari Swiss Program for Small and Medium Enterprise Support in Indonesia (SPESI), yaitu program terpadu yang dikembangkan Swisscontact dalam rangka mendukung sektor UKM di wilayah Sumatera. Adapun program yang ditawarkan terdiri dari Business Development Centre (BDC), Strategic Business Unit (SBU) dan New Service Line (NSL). Pada dasarnya, BDC yang baru didirikan, bentuknya bisa berupa PT, CV, atau perusahaan perseorangan yang usaha utamanya di bidang jasa pengembangan bisnis (BDS). SBU merupakan unit khusus dibentuk oleh lembaga yang sudah eksis. Sedangkan NSL merupakan BDS baru yang dikembangkan tanpa harus lebih dulu membentuk BDC atau SBU. Yang menarik dalam program tersebut, Swisscontact memberikan insentif keuangan berupa insentif investasi dan insentif di akhir program. Insentif investasi merupakan partisipasi Swisscontact terhadap risiko pendirian bisnis baru. Sedangkan insentif di akhir program merupakan penghargaan terhadap pengelola karena prestasinya. Di samping itu para peserta Program BSV juga diberikan pendampingan teknis, berbentuk dukungan teknis pada saat memformulasikan ide bisnis, riset pasar, dan penyusunan business plan serta promosi di berbagai media. Swiss Contact juga mengembangkan BDS Link to Finance. Dimana BDSP yang terbentuk dapat digunakan pelaku usaha sebagai pendamping dalam mendapatkan kredit baik ke bank umum maupun BPR yang sudah terjalin kerjasama. (SH)