Cerdas Mengelola Kredit Usaha
Kendati demikian, sebaiknya pebisnis jangan gegabah dalam mengajukan permohonan kredit. Terutama bagi pebisnis yang sudah memiliki kemudahan akses ke lembaga-lembaga keuangan seperti bank misalnya. Tergiur dengan tawaran nominal yang bisa disetujui oleh lembaga keuangan, bisa-bisa merusak performa keuangan usaha Anda.
Oleh karena itu, hal pertama yang harus diperhatikan oleh pebisnis adalah menyesuaikan jumlah pinjaman yang diajukan dengan kebutuhan usaha yang sesungguhnya. Berlebihan dalam meminjam bisa menarik pebisnis menggunakan dana untuk kegiatan-kegiatan yang kurang penting sehingga menjadi sia-sia.
Nah, jika aplikasi kredit telah disetujui, langkah mengelola kredit bagi pebisnis pun segera dimulai. Pebisnis tentu telah memiliki rencana sebelumnya, untuk kepentingan apa dana kredit akan digunakan. Untuk tujuan pengembangan usaha di bagian apa? Nah, sebaiknya, setelah kredit telah dicairkan, pebisnis selalu konsisten untuk menggunakan dana kredit untuk rencana yang sudah dianggarkan. Langkah tersebut tak hanya ditujukan untuk kedisiplinan, melainkan juga agar pebisnis bisa mengukur kinerja yang dicapai dalam hal pengembangan usaha dengan jalan menggunakan kredit tadi.
Berikutnya yang tak kalah penting, pebisnis harus tertib dalam mengelola keuangan usaha, terutama menyangkut dana kredit. Kredit yang telah diterima dikelola sebaik mungkin sehingga jadwal angsuran dapat terpenuhi dengan baik. Selain sebagai upaya menghindari penimbunan kredit, jalan ini dapat menjaga track record pebisnis di mata lembaga keuangan. (SH)




del.icio.us
Digg
Comments (0 posted):
Post your comment