Menu
Home | Kolom Bisnis | Teknologi | Meminimalisir Data Hilang Karena Virus

Meminimalisir Data Hilang Karena Virus

Font size: Decrease font Enlarge font

Mengutak atik komputer atau pun laptop dalam keseharian sudah biasa dijalankan sebagian pebisnis. Bahkan tak jarang pebisnis kadang lupa waktu duduk di depan komputer hingga berjam-jam lamanya. Acaranya bukan hanya mengetik, tapi juga browsing berbagai artikel dan informasi dari internet yang diperlukan yang tak jarang kemudian disimpan dalam komputer.

Sudah pasti banyak sekali file berisi tulisan atau data penting yang telah disimpan pebisnis dalam komputer tersebut. Akan sangat disayangkan jika sebagian atau semua data yang tersimpan ternyata rusak dan tidak dapat dibaca atau digunakan pada saat-saat berikutnya. Lebih fatal lagi jika ternyata semua file rusak, tidak bisa dibuka karena virus menyerang sistem komputer. Virus pada komputer meskipun tidak hidup berwujud seperti virus pada tubuh manusia namun secara umum dianalogikan sama dalam hal menyebarkan sesuatu yang dapat merugikan. Pada dasarnya virus sama seperti program komputer berbasis windows seperti paint,notepad,wordpad, namun dibuat dengan tujuan berbeda yaitu merusak sistem. Untuk memudahkan tujuan tersebut maka tak heran jika virus sering menyamar dalam bentuk dokumen word, atau file video dan lainnya sehingga mengecoh pengguna komputer untuk membukanya.

Belum ada yang bisa memberikan solusi bagaimana sebuah komputer mampu menangkis 100% dari serangan virus. Kendati demikian sebaiknya pebisnis berupaya meminimalisir potensi menyebarnya virus ke komputer pribadi.

Langkah awal untuk meminimalkan kerugian akibat serangan virus ke komputer dapat dijalani dengan memberikan back-up untuk semua data yang dianggap penting. Sementara untuk meminimalkan serangan virus ke komputer, ada beberapa perhatian perlu dilakukan pebisnis. Terutama bagi pebisnis yang sering berselancar di internet, jangan sembarangan mengambil program, data atau informasi tanpa melihat kejelasan sumbernya, karena berpotensi menjadi sumber virus. Sebaiknya untuk komputer yang benar-benar tidak memiliki back up menghindari memasukkan program games (permainan) pada komputer, karena program ini  sangat rawan menjadi media penyebar virus.

Selain pada program games, virus juga gampang menyebar melalui perantara disket. Oleh sebab itu pebisnis juga harus berhati-hati dalam hal pemakaian disket secara bergantian pada beberapa komputer. Disket yang sebelumnya telah digunakan pada komputer lain bisa di cek terlebih dahulu dengan menggunakan anti virus sebelum dibuka file-filenya. Pastikan juga pebisnis menggunakan disket asli yang terproteksi setiap kali meng-install program.

Namun jika komputer tetap terkena virus, tanda-tanda yang bisa diamati diantaranya akses komputer menjadi lebih lambat, atau timbul simbol-simbol tertentu yang tidak dikenal dalam sebuah aplikasi. Untuk ini jangan khawatir. Langkah pertama yang perlu diambil pebisnis adalah mengetahui jenis virus penyerang dan mencari anti virus untuk itu. Namun jika tidak bisa, pebisnis bisa menggunakan anti virus yang tersedia di pasaran. Dan langkah terakhir jika masih belum beruntung, pebisnis harus melakukan format ulang hard disk dan otomatis harus meng-install ulang semua aplikasi. Oleh karena itu untuk menghindari kekecewaan selalu biasakan untuk memback-up setiap data yang ada pada komputer pebisnis. (SH)

Comments (0 posted):

Post your comment comment

Please enter the code you see in the image:

  • email Email to a friend
  • print Print version
  • Plain text Plain text
Rate this article
0