Wirausaha.com - Peluang Bisnis & Kewirausahaan: 5 Taktik Merebut Hati Konsumen di Tahun 2007 5 Taktik Merebut Hati Konsumen di Tahun 2007 ================================================================================ wirausahacom on 23 March, 2007 04:20:00 Oleh: Annisa Wardani* Dari beberapa ulasan akhir tahun seputar tren pemasaran dan prediksi tren pasar (customer) dan marketing 2007 yang Saya baca dari beberapa media online dan offline, saya menarik beberapa kesimpulan strategis yang bisa Anda manfaatkan sebagai senjata andalan ampuh untuk memenangkan pasar di tahun 2007. 1. Consumer Insights sebagai bahan utama penyusunan strategi pemasaran. Untuk setiap strategi pemasaran yang cespleng, saat ini pemasar tidak dapat lagi bersaing tanpa pengetahuan dan pemahaman mendalam seputar customer. Consumer insights mencakup informasi cara pandang, pola pikir, hingga tingkah laku dan kebiasaan konsumen dalam mengkonsumsi produk. Untuk merebut hati konsumen, pengusaha 'harus' mengikuti perkembangan terakhir (up to date) tren, kebiasaan, ritual, gaya hidup, dan habit customer. Dimulai dari kejelasan 'siapa' target pasar, serta pemahaman mendalam bagaimana gaya hidup para pelanggan yang menjadi target pasar tersebut. Kesigapan dalam merespon perkembangan gaya hidup dan kebutuhan pelanggan, membuahkan pengembangan produk dan layanan yang inovatif dan selangkah lebih maju dalam memenuhi kebutuhan pelanggan saat ini. 2. Pemasaran langsung dan personal (direct and personal marketing) One to one marketing, layanan produk serta jasa yang customized dan "tailor made", adalah taktik-taktik pemasaran yang dijamin cespleng menjaring banyak pelanggan di tahun 2007. Sebagai pengusaha, minimal Anda harus mengingat siapa saja pelanggan 'penting' Anda, dan mencoba lebih 'helpful' melalui peningkatan kualitas layanan dan produk yang personal, sehingga selalu siap memenuhi tuntutan kebutuhan masing-masing pelanggan yang berbeda-beda. Tak usah heran bila layanan produk yang customized dan tailor made, bakal menjadi favorit. Dengan melibatkan pelanggan dalam proses disain produk dan mempersilahkan mereka berbagi (sharing) apa yang mereka suka dan apa yang mereka tidak suka, efektif membuat mereka makin 'mencintai' Anda. Sampai kapanpun, pelanggan adalah raja. Bila Anda punya rumah makan, persilahkan tamu Anda memilih dan menentukan sendiri racikan saus dan sambalnya. Perbolehkan tamu Anda memilih sendiri tempat duduk favorit mereka (sistem booking). Perubahan kecil ini bisa berdampak positif bagi usaha Anda. Sementara itu, taktik pemasaran dengan menembak langsung ke kelompok target segmen pelanggan; sepertinya juga bisa jadi andalan untuk sukses. Kuncinya, pastikan Anda sudah paham betul kriteria dan profil target segmen pelanggan Anda.Target dan segmen pelanggan mesti jelas dan spesifik. Di mana saja Anda bisa menjumpai mereka, juga harus sudah jelas. Contohnya, "Apakah mereka perempuan yang sehari-hari beraktivitas di rumah sebagai Ibu Rumah tangga murni", ataukah "Mereka para perempuan yang beraktivitas di Rumah, tapi juga mengelola usaha dan pekerjaan pencarian nafkah dari rumah? Anda tahu Anda harus spesifik dengan profil kriteria target pelanggan yang Anda sasar. 3. Diferensiasi dan positioning produk: Apa ciri khas dan keunggulan produk Anda? Kini, keunggulan produk semata tak lagi bisa jadi senjata. Persepsi, kesan serta citra produk yang tertanam di benak pelanggan, yang bakal bisa paling kuat mempengaruhi perilaku konsumsi pelanggan. Intinya, saat ini yang ada adalah perang persepsi. "Battle of Mind".Produk yang menang, adalah yang mampu mengkomunikasikan keunggulannya secara kuat dan emosional. Kehadiran berbagai media informasi (televisi, surat kabar, sampai dengan internet) telah memudahkan konsumen membandingkan harga dari berbagai pilihan produk. Jadi Anda tidak bisa lagi hanya mengandalkan harga produk Anda yang lebih murah daripada harga yang ditawarkan pesaing. Anda harus mampu berkomunikasi secara efektif kepada target pelanggan Anda. Apa yang membuat Anda lebih unggul dibandingkan pesaing? 4. "Pleasant and memorable" customer experiences: Pengalaman yang menyenangkan dan tak terlupakan. Memenangkan pasar, tidak cukup dengan diferensiasi dan positioning produk yang kuat. Alasannya, saat ini pelanggan semakin demanding (menuntut). Bagi pelanggan, setiap momen aktivitas belanja haruslah menyenangkan. Termasuk di dalamnya proses membeli dan mendapatkan produk yang diinginkan mereka. Memberikan pengalaman yang menyenangkan kepada pelanggan, dimulai dengan menyediakan akses informasi produk yang memadai. Pastikan target konsumen memperoleh informasi cukup tentang produk Anda. Lengkap dengan informasi terkini di mana mereka dapat 'menemukan' Anda. Memanjakan kelima panca indera konsumen jadi solusi terbaik membangun ikatan emosional mereka terhadap 'brand' (merk) produk Anda. Bila Anda memiliki butik, manjakan mata mereka dengan desain interior yang unik serta koleksi fashion yang trendi up to date. Manjakan pendengaran mereka lewat alunan musik yang menghentak. Berikan senyum Anda yang paling tulus. Bila antrian hampir selalu tak pernah sepi, pasang monitor Televisi untuk mengalihkan kepenatan mereka untuk sementara waktu. Sekilas hal-hal di atas tampak sepele dan remeh. Tapi bila Anda luput memperhatikannya, berakibat fatal bagi bisnis Anda. Tidak heran bila dalam ranah bisnis kuliner, resto dan kafe yang selalu ramai, adalah tempat makan yang tidak hanya mengandalkan cita rasa dan keunikan menu. Melainkan juga unggul dalam nuansa interior, suasana, serta pelayanan. *Penulis adalah founder dan editor Newsletter BrandItBig, newsletter online dari www.CustomerLadder.com Saat ini sedang mengembangkan lembaga Pelatihan dan Pendampingan Layanan Branding untuk kalangan Usaha Menengah. lebih lanjut mengenai Annisa Wardani, kunjungi blog www.CustomerLadder.com